VISI MISI JURUSAN FISIKA UNESA
Jurusan fisika berfungsi mengembangkan pendidikan fisika maupun fisika dan menghasilkan lulusan yang profesional dibidang pendidikan fisika maupun fisika. lulusan program studi pendidikan fisika bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan lulusan Program Studi Fisika bergelar Sarjana Sains (S.Si.).
Visi:
Mengembangkan wawasan dan membantu guru dalam mengembangkan pembelajaran fisika yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan.
Misi:
Mengembangkan wawasan dan membantu guru dalam mengembangkan pembelajaran fisika yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan.
Misi:
1 Mengembangkan
wawasan guru tentang fisika dan pembelajarannya.
2 Membantu
guru dalam mengembangkan kurikulum dan materi pembelajaran fisika.
3 Membantu
guru dalam memilih pendekatan, model, strategi, dan metode pembelajaran fisika.
4 Membantu
guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran fisika.
5 Membantu
guru dalam mengembangkan media pembelajaran fisika.
6 Membantu
guru dalam mempersiapkan evaluasi pembelajaran fisika.
Membantu
guru dalam mengembangkan pembelajaran fisika inovatif.
VISI MISA PRODI PENDIDIKAN FISIKA
Visi :
2. Mampu membagi waktu Masa kuliah merupakan masa-masa yang terdapat banyak waktu luang. Tinggal bagaimana mahasiswa itu sendiri dapat mengatur waktu yang dimilikinya, seperti untuk kuliah, organisasi, hobi, refreshing, dan pacaran. Mahasiswa yang mampu membagi waktunya dengan baik, kelak akan menjadi seorang mahasiswa yang ideal
3. Memahami seluk beluk tempat menuntut ilmu. Kampus, tempat mahasiswa menuntut ilmu menyimpan banyak cerita yang tidak akan terlupakan. Untuk menjadi mahasiswa ideal, mahasiswa harus mengerti seluk-beluk tempat menuntut ilmunya tersebut. Mulai dari dosen yang mengajar, ruangan belajar, fasilitas yang tersedia. Dengan mengetahui secara detail, mahasiswa akan mudah mengakses hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan perkuliahan.
4. Pintar, rajin, aktif. Tiga hal ini (pintar, rajin, aktif) adalah sifat wajib yang dimiliki oleh seorang mahasiswa ideal. Pintar dalam artian bahwa seorang mahasiswa pintar mengkondisikan diri dengan sekitarnya. Rajin berarti mengikuti kegiatan yang dipilihnya dengan rajin, tidak menjalani dengan setengah hati. Aktif yaitu turut serta dalam kegiatan-kegiatan positif universitas.
5. Pintar berdiskusi. Sesuai dengan materi yang didapat pada LKMM pra dasar, mahasiswa itu harus memiliki sikap kritis. Dengan sikap kritis yang dimiliki, mahasiswa mempunyai kemampuan dalam berdiskusi. Kemampuan berdiskusi ini sangatlah berguna di masyarakat dan dunia kerja nantinya. Kemampuan berdiskusi yang baik di masa kuliah akan bermanfaat dalam menyampaikan pendapat di forum, sehingga tercapailah predikat mahasiswa ideal.
Ada beberapa macam karakter yang perlu dimiliki oleh tiap mahasiswa agar dapat menjadi pemimpin yang kelak dapat memimpin bangsa ini dengan baik. Karakter-karakter itu diantaranya adalah : 1. Beretika 2. Berwawasan luas 3. Bertanggung jawab 4. Pintar, rajin dan aktif 5. Memiliki reasa kasih sayang yang tinggi terhadap sesama.
Mahasiswa adalah tingkat status yang lebih tinggi dari pelajar. Begitu pula sikap dan tingkah laku yang harus dimiliki mahasiswa tersebut. Semuanya harus lebih tinggi dari seorang pelajar. Dan yang paling penting seorang mahasiswa harus memiliki tindakan yang bertanggung jawab. Bertanggung jawab dengan semua tugas yang telah diberikan, bertanggung jawab dengan langkah dan pilihan yang telah diambil, dan bertanggung jawab dengan semua yang telah dilakukan. Dan pada intinya seorang mahasiswa harus bisa bertanggung jawab pada dirinya sendiri.Setelah seorang mahasiswa tersebut bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri, mahasiswa itu harus bisa bertanggung jawab juga terhadap lingkungannya dan negaranya.
Mahasiswa merupakan sosok yang diharapkan membawa perubahan ke arah yang positif terhadap masyarakat dan bangsanya. Bukan hanya itu, seorang mahasiswa harus mampu membawa dampak yang positif dimana dan kapan pun dia berada. Seorang mahasiswa bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi pada dirinya dan pada masyarakatnya. Lalu bagaimanakah karakteristik mahasiswa yang bertanggung jawab?
Mahasiswa yang bertanggung jawab bisa dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut : 1. Berpretasi baik bidang akademik maupun non akademik. 2. Mampu berorganisasi dan memiliki dasar jiwa kepemimpinan. 3. Kreatif dan menghapuskan sikap plagiarisme. 4. Berpikir kritis dan rasionalis terhadap hal-hal yang terjadi di lingkungannya. 5. Peduli dan turut membantu masyarakat dalam menghadapi masalah sosial dan budaya serta bencana alam. 6. Ikut serta membangun pemerintahan yang sesuai dengan moral pancasila dan UUD 1945. 7. Menanamkan jiwa disiplin, kreatif dan mandiri pada masyarakat sekitarnnya. 8. Mampu memilah kebudayaan asing yang masuk ke dalam negaranya.
Nilai-Nilai Karakter
Berdasarkan kajian nilai-nilai agama, norma-norma sosial, peraturan/hukum, etika akademik, dan prinsip-prinsip HAM, telah teridentifikasi butir-butir nilai yang dikelompokkan menjadi lima nilai utama, yaitu nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan serta kebangsaan. Berikut adalah daftar nilai-nilai utama yang dimaksud dan deskripsi ringkasnya: 1. Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan Yaitu religius; pikiran, perkataan dan tindakan seseorang yang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan dan/atau ajaran agamanya.
2. Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri (personal)
a. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan tindakan, dan perkerjaan, baik terhadap diri dan pihak lain.
b. Bertanggung jawab Sikap dan perilaku seseorang untu melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan YME.
c. Bergaya hidup sehat Segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.
d. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
e. Kerja keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan guna menyelesaikan tugas (belajar/pekerjaan) dengan sebaik-baiknya.
f. Percaya diri Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhdapat pemenuhan tercapainya setiap keinginan dan harapannya.
g. Berjiwa wirausaha Sikap dan perilaku yang mandiri dan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
h. Berpikir logis, kritis, dan inovatif Berrpikir dan melakukan sesuatu secara kenyataan atau logika untuk menghasilkan cara atau hasil baru dan termutakhir dari apa yang telah dimiliki.
i. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
j. Ingin tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
k. Cinta ilmu Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap pengetahuan.
Mahasiswa
sangat identik dengan kata “almamater”. Ketika seorang siswa telah
memasuki jenjang perguruan tinggi, Ia akan disodorkan dengan sebuah jas
yang dinamakan jas almamater disebuah Universitas. Seiring berjalannya
waktu, banyak kegiatan yang akan diikuti olehnya dengan menggunakan jas
kebesaran tersebut. Yang menjadi pertanyaan besar baginya, apakah Ia
mengerti apa itu “almamater” dan makna apa yang terkandung di dalamnya?
Menjadi
program studi unggulan pada tahun 2030 dikawasan Asia Tenggara dalam bidang inovasi
pembelajaran fisika yang mampu mencetak lulusan yang unggul, berkarakter dan
berdaya saing nasional maupun internasional.
Misi :
1. Menyelenggarakan proses pendidikan
fisika berstandar internasional.
2
2. Menyelenggarakan kegiatan penelitian
inovasi pembelajaran fisika yang diakui tingkat internasional.
3
3.Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasiskan hasil penelitian dan pendidikan bidang fisika.
3.Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasiskan hasil penelitian dan pendidikan bidang fisika.
4
4. Membangun kerjasama dan sinergi dalam pembelajaran, penelitian, pengabdian masyarakat dan pengembangan dengan institusi lain yang terkait.
4. Membangun kerjasama dan sinergi dalam pembelajaran, penelitian, pengabdian masyarakat dan pengembangan dengan institusi lain yang terkait.
1
Mahasiswa Berkarakter
Mahasiswa berkarakter adalah mahasiswa yang memiliki wawasan kebangsaan biasanya mempunyai kepekaan sosial yang tinggi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa. Tidak hanya peka, tetapi setelah mengetahui masalah yang ada biasanya dia akan melakukan upaya untuk bisa memperbaikinya. Mahasiswa berkarakter memiliki sikap dan perilaku yang baik, yang sesuai dengan norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Adapun beberapa cirri mahasiswa berkarakter yaitu : 1. Memiliki wawasan yang luas. Seorang mahasiswa dituntut untuk megerti dan menyadari keadaan di sekitarnya. Wawasan yang luas tidak hanya didapat dari ilmu yang dipelajari di perkuliahan saja, melainkan juga bisa didapat dari lingkungan sekitar.2. Mampu membagi waktu Masa kuliah merupakan masa-masa yang terdapat banyak waktu luang. Tinggal bagaimana mahasiswa itu sendiri dapat mengatur waktu yang dimilikinya, seperti untuk kuliah, organisasi, hobi, refreshing, dan pacaran. Mahasiswa yang mampu membagi waktunya dengan baik, kelak akan menjadi seorang mahasiswa yang ideal
3. Memahami seluk beluk tempat menuntut ilmu. Kampus, tempat mahasiswa menuntut ilmu menyimpan banyak cerita yang tidak akan terlupakan. Untuk menjadi mahasiswa ideal, mahasiswa harus mengerti seluk-beluk tempat menuntut ilmunya tersebut. Mulai dari dosen yang mengajar, ruangan belajar, fasilitas yang tersedia. Dengan mengetahui secara detail, mahasiswa akan mudah mengakses hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan perkuliahan.
4. Pintar, rajin, aktif. Tiga hal ini (pintar, rajin, aktif) adalah sifat wajib yang dimiliki oleh seorang mahasiswa ideal. Pintar dalam artian bahwa seorang mahasiswa pintar mengkondisikan diri dengan sekitarnya. Rajin berarti mengikuti kegiatan yang dipilihnya dengan rajin, tidak menjalani dengan setengah hati. Aktif yaitu turut serta dalam kegiatan-kegiatan positif universitas.
5. Pintar berdiskusi. Sesuai dengan materi yang didapat pada LKMM pra dasar, mahasiswa itu harus memiliki sikap kritis. Dengan sikap kritis yang dimiliki, mahasiswa mempunyai kemampuan dalam berdiskusi. Kemampuan berdiskusi ini sangatlah berguna di masyarakat dan dunia kerja nantinya. Kemampuan berdiskusi yang baik di masa kuliah akan bermanfaat dalam menyampaikan pendapat di forum, sehingga tercapailah predikat mahasiswa ideal.
Ada beberapa macam karakter yang perlu dimiliki oleh tiap mahasiswa agar dapat menjadi pemimpin yang kelak dapat memimpin bangsa ini dengan baik. Karakter-karakter itu diantaranya adalah : 1. Beretika 2. Berwawasan luas 3. Bertanggung jawab 4. Pintar, rajin dan aktif 5. Memiliki reasa kasih sayang yang tinggi terhadap sesama.
Mahasiswa adalah tingkat status yang lebih tinggi dari pelajar. Begitu pula sikap dan tingkah laku yang harus dimiliki mahasiswa tersebut. Semuanya harus lebih tinggi dari seorang pelajar. Dan yang paling penting seorang mahasiswa harus memiliki tindakan yang bertanggung jawab. Bertanggung jawab dengan semua tugas yang telah diberikan, bertanggung jawab dengan langkah dan pilihan yang telah diambil, dan bertanggung jawab dengan semua yang telah dilakukan. Dan pada intinya seorang mahasiswa harus bisa bertanggung jawab pada dirinya sendiri.Setelah seorang mahasiswa tersebut bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri, mahasiswa itu harus bisa bertanggung jawab juga terhadap lingkungannya dan negaranya.
Mahasiswa merupakan sosok yang diharapkan membawa perubahan ke arah yang positif terhadap masyarakat dan bangsanya. Bukan hanya itu, seorang mahasiswa harus mampu membawa dampak yang positif dimana dan kapan pun dia berada. Seorang mahasiswa bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi pada dirinya dan pada masyarakatnya. Lalu bagaimanakah karakteristik mahasiswa yang bertanggung jawab?
Mahasiswa yang bertanggung jawab bisa dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut : 1. Berpretasi baik bidang akademik maupun non akademik. 2. Mampu berorganisasi dan memiliki dasar jiwa kepemimpinan. 3. Kreatif dan menghapuskan sikap plagiarisme. 4. Berpikir kritis dan rasionalis terhadap hal-hal yang terjadi di lingkungannya. 5. Peduli dan turut membantu masyarakat dalam menghadapi masalah sosial dan budaya serta bencana alam. 6. Ikut serta membangun pemerintahan yang sesuai dengan moral pancasila dan UUD 1945. 7. Menanamkan jiwa disiplin, kreatif dan mandiri pada masyarakat sekitarnnya. 8. Mampu memilah kebudayaan asing yang masuk ke dalam negaranya.
Nilai-Nilai Karakter
Berdasarkan kajian nilai-nilai agama, norma-norma sosial, peraturan/hukum, etika akademik, dan prinsip-prinsip HAM, telah teridentifikasi butir-butir nilai yang dikelompokkan menjadi lima nilai utama, yaitu nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan serta kebangsaan. Berikut adalah daftar nilai-nilai utama yang dimaksud dan deskripsi ringkasnya: 1. Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan Yaitu religius; pikiran, perkataan dan tindakan seseorang yang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan dan/atau ajaran agamanya.
2. Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri (personal)
a. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan tindakan, dan perkerjaan, baik terhadap diri dan pihak lain.
b. Bertanggung jawab Sikap dan perilaku seseorang untu melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan YME.
c. Bergaya hidup sehat Segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.
d. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
e. Kerja keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan guna menyelesaikan tugas (belajar/pekerjaan) dengan sebaik-baiknya.
f. Percaya diri Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhdapat pemenuhan tercapainya setiap keinginan dan harapannya.
g. Berjiwa wirausaha Sikap dan perilaku yang mandiri dan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
h. Berpikir logis, kritis, dan inovatif Berrpikir dan melakukan sesuatu secara kenyataan atau logika untuk menghasilkan cara atau hasil baru dan termutakhir dari apa yang telah dimiliki.
i. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
j. Ingin tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
k. Cinta ilmu Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap pengetahuan.
TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI
Proses pembelajaran harus diawali oleh visi dan misi. Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah salah satu visi dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Tri Dharma Perguruan Tingi merupakan salah satu tujuan pencapain yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi tersebut, karena setiap perguruan tinggi haruslah melahirkan orang – orang yang memiliki semangat juang yang tinggi, diri yang selimuti pemikiran – pemikiran yang kritis, kreatif, mandiri, inovatif dsb. Dapat dinyatakan pula bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah salah satu tanggung jawab yang harus di topang penuh oleh seluruh mahasiswa. Maka itu dari itu mahasiswa harus tahu dan paham betul apa yang maksud dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri dari 3 poin , yaitu :
1.Pendidikan dan Pengajaran
2.Penelitian dan Pengembangan
3.Pengabdian kepadaMasyarakat
Tri Dharma Perguruan Tinggi bukan hanya menjadi tanggung jawab
mahasiswa. Seluruh
dosen (pendidik), serta orang – orang yang terlibat dalam proses pembelajaran ( sivitas
akademika) memiliki tanggung jawab yang sama.
dosen (pendidik), serta orang – orang yang terlibat dalam proses pembelajaran ( sivitas
akademika) memiliki tanggung jawab yang sama.
1Pendidikan dan Pengajaran.
Pendidikan
dan pengajaran adalah point pertama dan utama dari Tri Dharma Perguruan
Tinggi. Pendidikan dan pengajaran memiliki peranan yang sangat penting
dalam suatu proses pembelajaran. Undang – undang tentang pendidikan
tinggi menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual kegamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak
mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
Negara. Dari pengertian pendidikan diatas maka proses pembelajaran yang
ada di perguruan tinggi memiliki peranan penting untuk mencipkan bibit –
bibit unggul. Pendidikan dan pengajaran yang baik akan menghasilkan
bibit unggul dari suatu perguruan tinggi yang akan mampu membawa bangsa
ini kearah bangsa yang lebih maju . lulusan – lulusan yang berkualitas
dari perguruan tinggi akan menjadi penerus bangsa yang membawa Indonesia
kearah yang lebih maju.Sesuai dengan pembukaan undang – udang dasar
1945 yang berbunyi, mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka pendidikan dan
pengajaran harus menjadi pokok dan sumber utama dalam mencapaitujuan
dari perguruan tinggi.
2.Penelitian dan Pengembangan
Peneitian
dan pengembangan juga sangatlah penting bagi kemajuan perguruan
tinggi,kesejahteraan masyarakat serta kemajuan bangsa dan negara. Dari
penelitian dan pengembangan maka mahasiswa mampu mengembangkan ilmu dan
teknologi . pada penelitian dan pengembangan mahasiswa harus lebih
cerdas, kritis dan kreatif dalam mejalankan perannya sebagai agent of
change. Mahasiswa harus mampu memanfaatkan penelitian dan pengembangan
ini dalam suatu proses pembelajaran untuk memporoleh suatu perubahan –
perubahan yang akan membawa Indonesia kearah yang lebih maju dan
terdepan.
3 Pengabdian
Kepada Masyarakat Menurut undang – undang tentang pendidikan tinggi,
pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang
memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan
kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengabdian
kepada masyarakan dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan positif. Pada
hal ini mahasiswa harus mampu bersosialisasi dengan masyarakatdan mampu
berkontribusi nyata. Seperti yang kita ketahui selama ini bahwasannya
mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat, agent of change dan lainya.
Maka dari itu mahasiwa haru mengetahui porsi dari tugas meraka masing –
masing dalam mengabdi kepada masyarakat.
SEJARAH UNESA
Universitas
Negeri Surabaya,
disingkat Unesa, adalah perguruan tinggi negeri di Surabaya,
Indonesia. yang berdiri pada 19 Desember 1964. Rektor pada tahun 2014 adalah
Prof. Dr. Warsono, Drs. M.S. UNESA memiliki 7 fakultas yaitu Fakultas Ilmu
Keolahragaan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Bahasa dan Seni, Fakultas
Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta
Fakultas Ilmu Sosial. Dari sejarah institusinya, Universitas Negeri Surabaya
(UNESA) berawal dari cikal bakal intergrasi kursus B-I dan B-II yang ada di
Surabaya ke dalam FKIP pada tahun 1960. Kemudian pada tahun 1961 FKIP
diintegrasikan dengan PTPG menjadi FKIP Universitas Airlangga di Malang Cabang
Surabaya. Pada tahun 1963 FKIP Airlangga Surabaya diintergrasikan lagi dengan
IPG menjadi IKIP. Setelah IKIP berdiri, FKIP Malang menjadi IKIP Malang dan
melepaskan diri dari Universitas Airlangga. Pada saat itu IKIP memiliki banyak
cabang, antara lain Cabang Surabaya, Cabang Madiun, Cabang Singaraja, dan
Cabang Kupang. FKIP Malang Cabang Surabaya menjadi IKIP Malang Cabang Surabaya.
Selanjutnya
berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 182 Tahun 1964, berdirilah IKIP
Surabaya. Peresmiannya dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 1964 pukul 08.00
WIB, di jalan Kayoon 72-74 Surabaya. Saat itu IKIP Surabaya memiliki lima
fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Keguruan Ilmu Sosial
(FKIS), Fakultas Keguruan Sastra Seni (FKSS), Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta
(FKIE), Fakultas Keguruan Ilmu Teknik (FKIT). Kemudian bertambah satu fakultas
lagi, berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 042/O/1977
Sekolah Tinggi Olahraga (STO) berintegrasi ke IKIP Surabaya dengan nama
Fakultas Keguruan Ilmu Keolahragaan (FKIK).
Selanjutnya, terjadi perkembangan dan mengalami
perubahan nama menjadi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Sosial (FPIPS), Fakultas Ilmu Pendidikan Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam (FPMIPA), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), Fakultas
Pendidikan Teknik dan Kejuruan (FPTK), dan Fakultas Pendidikan Olahraga dan
Kesehatan (FPOK).
Berdasarkan
Keppres RI No. 93 Tahun 1999, IKIP Surabaya berubah menjadi Universitas Negeri
Surabaya. Sesuai hasil keputusan rapat senat pada tanggal 12 Oktober 1998, yang
menyepakati bahwa nama IKIP Surabaya pasca-konversi adalah Universitas Negeri
Surabaya yang disingkat UNESA. Dalam bahasa Inggris, disepakati penyebutannya
adalah State University of Surabaya. UNESA merupakan lembaga yang mempunyai
misi ganda yang tetap memiliki basis sebagai LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga
Kependidikan). UNESA tetap menyelenggarakan misi utama, yaitu menyelenggarakan
program kependidikan dan program non kependidikan, sehingga UNESA tetap
bertugas sebagai penghasil tenaga kependidikan untuk pendidikan prasekolah,
pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Sesuai Keppres RI No. 93 Tahun 1999,
UNESA mempunyai tugas:
Berdasarkan perluasan mandat dan perubahan tersebut,
UNESA tetap memiliki enam fakultas yang juga mengalami perubahan nama, yaitu
Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ilmu Sosial (FIS),
Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).
Pada tahun 2006 atau tujuh tahun pasca konversi, UNESA
membuka satu fakultas baru, yaitu Fakultas Ekonomi. Hal itu sesuai Surat yang
dikeluarkan Dirjen Dikti Nomor 761/D/T/2006 tentang
Pembukaan
Fakultas Ekonomi Unesa tertanggal 16 Februari 2006, dan Surat Keputusan Rektor
Unesa No. 050/J37/HK.01.23/PP.03.02/2006 tentang Pemisahan Jurusan Pendidikan
Ekonomi dan Program Studinya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Pembukaan Fakultas
Ekonomi tertanggal 16 Maret 2006. Sehingga saat ini UNESA memiliki tujuh fakultas.
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tidak dapat dipisahkan dari bagian utuh
perjalanan panjang pendidikan nasional. Dengan telah menghasilkan sekitar
80.000 lulusan, Unesa berani memosisikan diri sebagai salah satu penyelenggara
pendidikan tinggi yang mampu merencanakan pengembangan untuk menyelenggarakan
pendidikan yang bermutu, mengevaluasi diri untuk menyiapkan lulusan yang
berdaya saing tinggi (nation competitiveness) dan berjiwa kewirausahaan
(entrepreneurship), serta mengatur segala kegiatannya dalam suatu mekanisme
organisiasi yang sehat (organizational health). Unesa harus mandiri (autonomy)
sebagai sebuah Badan Hukum Pendidikan Pemerintah (BHPP) seperti yang
diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(UU Sisdiknas).
Sejarah
Unesa tidak dapat dipisahkan dari IKIP Surabaya yang dimulai sekitar tahun
1950. Berawal dari kursus B-I dan B-II bidang Ilmu Kimia dan Ilmu Pasti yang
memanfaatkan sarana dan prasarana berupa ruang kelas dan laboratorium dari
pendidikan Belanda, Hoogere Burger Schol (HBS). Kursus-kursus tersebut
diselenggarakan di Surabaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga guru setingkat SLTP
dan SLTA. Kursus-kursus tersebut meliputi: (a) B-I dan B-II Kimia, (b) B-I dan
BII Ilmu Pasti, (c) B-I Bahasa Inggris, (d) B-I Bahasa Jerman, (e) B-I Teknik,
(f) B-I Pendidikan Jasmani, (g) B-I Ekonomi, (h) B-I Perniagaan, dan (i) B-I
Ilmu Pesawat. Pada tahun 1957, kursus-kursus B-I dikelompokkan menjadi dua,
yaitu (1) Kursus B-I Umum, yang meliputi Bahasa Inggris dan bahasa Jerman, dan
(2) Kursus B-I Kejuruan, yang meliputi Kimia, Ilmu Pasti, Ekonomi, Perniagaan,
Teknik, Pendidikan Jasmani, dan Ilmu Pesawat. Kursus-kursus tersebut
berlangsung sampai tahun 1960.
Untuk
menghilangkan dualisme kursus B-I dan B-II dengan lulusan yang tidak bergelar,
dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang menghasilkan lulusan
bergelar, dengan Ketetapan MPRS No. 11/MPRS/1960 kedua kursus tersebut
diintegrasikan ke dalam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang mencetak
guru sekolah lanjutan. Selanjutnya lembaga tersebut, berdasarkan SK Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan nomor 6/1961 tertanggal 7 Februari 1961,
diintegrasikan menjadi salah satu fakultas dalam FKIP Universitas Airlangga
Cabang Malang dan bernama FKIP Universitas Airlangga Cabang Surabaya.
Pada
tahun 1962 dengan berdirinya Akademi Pendidikan Guru (APG), yang kemudian
menjadi Institut Pendidikan Guru (IPG), dualisme muncul kembali. Untuk
menghilangkan dualisme tersebut, berdasarkan Surat Keputusan Presiden nomor
1/1963 tertanggal 3 Januari 1963 dilakukan integrasi IPG dengan FKIP menjadi
Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP). Dengan integrasi ini FKIP
Universitas Airlangga di Malang, pada tanggal 20 Mei 1964, statusnya diubah
menjadi IKIP Malang Pusat dan FKIP Universitas Airlangga Cabang Surabaya
berubah menjadi IKIP Malang Cabang Surabaya. Keadaan semacam itu berlangsung
sampai tanggal 19 Desember 1964.
Berdasarkan
SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan nomor 182/1964 tertanggal 19
Desember 1964, secara resmi IKIP Surabaya berdiri sendiri dengan pimpinan suatu
presidium Tanggal tersebut ditetapkan sebagai tanggal kelahiran IKIP Surabaya
yang setiap tahun diperingati sebagai dies natalis IKIP Surabaya. Pada tahun
1964, IKIP Surabaya mempunyai lima fakultas, yaitu (1) Fakultas Ilmu Pendidikan
(FIP), (2) Fakultas Keguruan Ilmu Sosial (FKIS), Fakultas Keguruan Sastra
Seni
(FKSS), (4) Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta (FKIE), dan (5) Fakultas Keguruan
Ilmu Teknik (FKIT). Pada 1 Maret 1977, Sekolah Tingi Olahraga (STO)
berintegrasi dengan IKIP Surabaya berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan R.I. nomor 042/O/1977 tertanggal 22 Februari 1977 dan menjadi
Fakultas Keguruan Ilmu Keolahragaan (FKIK), yang merupakan fakultas keenam yang
dikelola oleh IKIP Surabaya. Berdasarkan Peraturan Pemerintah R.I. nomor
27/1981, IKIP Surabaya mempunyai enam fakultas, yaitu: (1) Fakultas Ilmu
Pendidikan (FIP), (2) Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), (3) Fakultas
Pendidikan Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam (FPMIPA), (4) Fakultas
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), (5) Fakultas Pendidikan Teknologi
dan Kejuruan (FPTK), dan (6) Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK).
Dengan
kepercayaan untuk menyelenggarakan perluasan mandat (wider mandate), IKIP
Surabaya berubah menjadi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berdasarkan SK
Presiden R.I. nomor 93/1999 tertanggal 4 Agustus 1999 dengan mengelola enam
fakultas, yaitu (1) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), (2) Fakultas Bahasa dan
Sastra (FBS), (3) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), (4)
Fakultas Ilmu Sosial (FIS), (5) Fakultas Teknik (FT), dan (6) Fakultas Ilmu
Keolahragaan (FIK). Saat ini Unesa mengelola 63 program studi, kependidikan
maupun nonkependidikan, dengan jenjang diploma (D2 dan D3), strata satu (S1),
dan pascasarjana yang terdiri atas strata dua (S2) dan strata tiga (S3). Karena
perjalanan Unesa tidak dapat dipisahkan dari IKIP Surabaya, maka hari kelahiran
(dies natalis) Unesa tetap menggunakan dies natalis IKIP Surabaya.
Belajar
dari perjalanan kursus-kursus keguruan B-I dan B-II hingga menjadi sebuah
universitas, tidak menutup peluang bahwa di kemudian hari Unesa akan berkembang
menjadi sebuah universitas besar yang berlokasi wilayah Surabaya Barat dengan
program studi, jurusan, maupun fakultas yang sesuai dengan kebutuhan
perkembangan masyarakat. Pengembangan Unesa yang mengedepankan kompetensi
lulusan dan kebutuhan stakeholders akan selalu menjadi pekerjaan rumah yang
tidak pernah selesai bagi Unesa.
Pimpinan universitas adalah rektor dan para wakil
rektor yang bertugas menjalankan fungsi pengelolaan universitas secara
keseluruhan, menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat, membina dosen, karyawan, mahasiswa serta membina hubungan dengan
alumni, baik di lingkungan universitas maupun masyarakat.
Unesa
sampai pada tahun 2009 mempunyai 7 Fakultas dan satu Program Pascasarjana yang
mengelola 26 Jurusan, dan terdiri dari 66 Prodi. Sampai saat ini, Unesa belum
pernah menutup Jurusan yang dimiliki. Dengan perkembangan jurusan seperti
tersebut di atas, maka pertumbuhan jurusan di Unesa rata-rata hanya 3%. Namun
di masa mendatang prodi-prodi yang potensial akan dikembangkan menjadi jurusan,
dan jurusan jadi fakultas, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pada saat ini 30 jurusan yang ada menaungi 68 Prodi,
dengan rincian: 1) Diploma terdiri dari 14 Program Studi, 2) Strata Satu (S-1)
terdiri dari 46 Program Studi, 3) Strata Dua (S-2) terdiri dari 10 Program
Studi, 4) Strata Tiga (S-3) terdiri dari 3 Program Studi. Prodi-prodi tersebut
berfungsi sebagai pusat studi (center of study) untuk memelihara, menggali, dan
mengembangkan IPTEKS. Dalam rangka memenuhi standar kualitas seperti yang
dituntut stakeholder dan pasar kerja, sebagian prodi-prodi tersebut telah
melakukan proses akreditasi
FUNGSI ALMAMATER BAGI JURUSAN
Jika kita melihat secara arti katanya, “alma mater”, atau
kadang-kadang ditulis tersambung sebagai “almamater”, adalah istilah
dalam bahasa Latin yang secara harafiah berarti “ibu susuan”. Penggunaan
istilah ini populer di kalangan akademik/pendidikan untuk menyebut
perguruan tempat seseorang menyelesaikan suatu jenjang pendidikan.
Walaupun sering dipakai di kalangan pendidikan tinggi, istilah ini
sebetulnya pernah dipakai pada masa Romawi Kuno untuk menyebut dewi ibu.
Kristen Eropa pada Abad Pertengahan, menggunakan istilah alma mater
untuk merujuk Perawan Maria. Ketika kita mendengar kata ibu, Ia adalah
sesosok yang melahirkan, merawat, dan menyayangi anaknya hingga tumbuh
besar. Dapat kita telaah, almamater yang kita junjung adalah universitas
kita sendiri, dimana Ialah yang akan merawat dan membimbing mahasiswa
selayaknya seorang ibu, sehingga nantinya akan melahirkan
generasi-generasi penerus bangsa yang tangguh berjiwa kritis, ilmiah dan
akademis. Sehingga, penggunaan istilah ini populer di kalangan
akademik/pendidikan untuk menyebut perguruan tempat seseorang
menyelesaikan suatu jenjang pendidikan. Maka dari itu, sebagai mahasiswa
hendaknya benar-benar berbhakti dan berbangga hati menjadi bagian
almamater dengan mendukung dan menjalankan segala kebijakan perguruan
tinggi serta menjunjung tinggi nama baik almamater. Dari pengertian
tersebut, akan muncul berbagai konsepsi almamater yang disebut “wawasan
almamater”.
Wawasan tersebut tercermin dalam suatu anggapan-anggapan bahwa,
almamater merupakan jiwa mahasiswa dan seluruh civitas akademika yang
bersifat manunggal terhadap alamater, bersifat ilmiah, kritis dan
akademis dalam hal yang menyangkut kemahasiswaan, serta berbakti pada
universitas melalui almamater mengabdi pada rakyat. Di seluruh
Universitas, almamater merupakan sebuah kebanggaan yang munculnya dari
suatu kekuatan mahasiswa yang bersifat kritis, ilmiah, dan akademis. Hal
tersebut tidak dapat dipungkiri ketika mahasiswa turun ke jalan
melakukan kritisi terhadap kebijakan pemerintah atau suatu kalangan,
mereka dengan bangganya panas-panasan menggunakan jas almamater
kebanggaan mereka demi dapat membela kaum tertindas terutama rakyat
biasa. Selain itu, almamater merupakan suatu status formal bagi
mahasiswa ketika mereka mengikuti sebuah acara seminar yang dilakukan
oleh berbagai instansi.
Almamater juga memberikan status peran akademis kepada para
mahasiswa yang membela perguruan tingginya dalam hal pekan ilmiah,
perlombaan antar institusi, debat publik, dan kegiatan akademis lainnya.
Oleh karena itu, dari kebanggaan mahasiswa terhadap almamaternya akan
menumbuhkan jiwa kekompakkan, nasionalisme, tanggung jawab, serta
profesionalisme tinggi.
|
|
|

